Sabtu, 13 Desember 2014

Surat dari sang PENCIPTA

Posted by jainuddin  |  at  12.47




SAAT KAU BANGUN DIPAGI HARI
Aku memandangmu
Dan berharap engkau akan berbicara kepadaKu
Atau bersyukur kepadaku
Atas sesuatu hal yang indah
Yang terjadi dalam hidupmu

Tapi aku melihatmu begitu sibuk
Mempersiapkan diri untuk pergi bekerja

Aku kembali menantimu
Saat engkau sedang bersiap
Aku tau pasti akan ada sedikit waktu bagimu
Untuk berhenti dan menyapaKU
Tapi tak kunjung kau lakukan
Karena dirimu semakin sibuk

Disuatu tempat engkau duduk disebuah kursi
Selama lima belas menit tanpa melakukan apapun
Kemudian aku melihat engkau menggerakkan kakimu

AKU berfikir
Engkau akan berbicara kepadaKU
Tetapi engkau berlari menuju handphone kesayanganmu...
Dan menelepon seseorang
Untuk mendengarkan gosip terbaru

AKU melihatmu ketika engkau pergi bekerja
Dan AKU menanti dengan sabar sepanjang hari
AKU berfikir engkau terlalu sibuk
Untuk mengucapkan sesuatu kepadaKU

Sebelum makan siang
AKU melihatmu memandang sekeliling
Mungkin engkau merasa malu
Untuk sekedar berdoa kepadaKU

Engkau melihat
Beberapa temanmu berbicara
Dan menyebut namaKU dengan lembut
Sebelum menyantap rizki yang sudah AKU siapkan
Tapi mengapa kau tidak mengucapkanNYA

Tidaklah mengapa
Masih ada banyak waktu
Mungkin nanti engkau akan menyapa, berbicara dan menyebut NAMAKU
Mungkin saat engkau pulang kerumah

Tapi kelihatannya seakan akan masih banyak pekerjaan
Yang akan engkau kerjakan
Setelah tugasmu selesai,
Engkau menyalakan TV

AKU melihatmu
Dan aku tau
Apakah engkau suka menonton tv atau tidak
Tapi engkau sering menghabiskan waktu
Berjam jam setiap hari didepannya

AKU menanti dengan sabar
Saat kau menonton tv
Tapi kembali kau tidak juga menyapa
Dan berbicara sepatah katapun kepadaKU

Sekarang kau lelah
Dan kau pergi tempat tidurmu
AKU Melihatmu dan mendengarkanmu
Mungkin saat ini kau akan menyadari AKU
Tapi kau terlalu lelah
Hingga kau menghilang dalam tidurmu
Tanpa sepatah katapun untukKU

Tidaklah mengapa
Mungkin kau belum menyadari AKU
AKU yang selalu ada didekatmu

AKU telah bersabar lebih lama
dari yang kau sadari
AKU bahkan menunggumu datang
Dan ingin mengajarkan bagaimana caranya bersabar
Terhadap orang lain

Dari waktu ke waktu
AKU sabar menunggumu
Sekedar menyapa, berdoa atau bersyukur kepadaKU
Tapi selalu kau tidak perduli

Tak ada sepatah kata
Tak ada seucap doa
Tak ada rasa
Tak ada harapan dan keinginan
Untuk bersujud kepadaKU

APA salahKU padamu...???
Rizki yang AKU limpahkan
Anak anak yang AKU rahmatkan
Kesehatan yang aku berikan
Nikmat yang mana lagi
Yang kau dustakan

Apakah itu tak cukup...?
Untuk mengingatkanmu kepadaKU

Sebelum...
AKU pergi meninggalkanmu
Dan kututup diriKU
Untukmu

Sadarilah...
AKU selalu ada
Melihat dan mendengarkanmu

Tagged as:
About the Author

Write admin description here..

0 komentar:

Right to Copy © 2012-2015 | Menimba Ilmu Sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah Menurut Pemahaman Salaful Ummah. Sebagian besar artikel di sini merupakan tulisan orang lain, untuk itu silakan mengkopi dengan menyebutkan sumbernya. Islam Itu Indah.
Powered by Blogger. Blogger Template by Bloggertheme9
back to top