Latest Posts

Sabtu, 13 Desember 2014


Bagian 1
Doa Dulu Atau Ikhtiar Dulu ?
Coba dijawab pertanyaan ini
Doa dulu atau ikhtiar dulu ?
Kalau mata ditutup, jalan dulu atau bertanya dulu?
Kalau kita sedang lemah, Minta dibantu dulu atau langsung bergerak?

Jawaban ….
Jadi yang tau segalanya hanya Allah
Hanya Allah yang tau rejeki kita
Hanya Allah yang menciptakan rejeki kita
Hanya Allah yang kuasa memudahkan rejeki kita
Jadi jawaban pertanyaan “Doa dulu atau ikhtiar dulu?” adalah “DOA dulu”
Doa, minta ke Allah, supaya ditunjukan rejeki kita jatahnya yang mana, halal yang mana, kemudian kita ikhtiar.
Ikhtiar yang dituntun oleh Allah pasti tepat.
Tapi ikhtiar tanpa dituntun Allah, pasti stress…

Doa adalah saripati ibadah
Firman Allah :
“Tidak sekali kali Aku ciptakan jin dan manusia untuk Ibadah.” (Adz Dzaariyaat: 56)

Dan Doa adalah senjatanya mukmin. Doa adalah cahaya bagi langit dan bumi.
Anjuran Berdoa Banyak diriwayatkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang menganjurkan dan mendorong seseorang hamba untuk berdo’a, diantaranya :
“Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah, selain daripada doa.” (HR. Ibnu Majah dan Abu Hurairah)
“Siapa saja yang tidak mau memohon (sesuatu) kepada Allah, maka Allah akan murka kepadanya.” (HR Tirmidzi dari Abu Hurairah)
“Mintalah kepada Allah akan kemurahan-Nya, karena sesungguhnya Allah senang apabila dimintai (sesuatu).” (HR Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud)
“Tidak ada seorang muslim pun yang berdoa dengan doa yang tidak mengandung dosa dan memutus hubungan silaturrahim, kecuali Allah akan memberikan kepadanya satu diantara tiga hal : dikabulkan doanya ; ditangguhkan hingga hari kiamat ; atau dijauhkan dari suatu keburukan/musibah yang serupa.” (HR. Ahmad dari Abi Said Al Khudri)
“Tidak ada seorang muslim pun di muka bumi ini yang berdoa kepada Allah, kecuali akan dikabulkan doanya atau dijauhkan suatu keburukan/musibah yang serupa.” (HR. Tirmidzi dan Hakim dari Ubadah Ibn Shamit)
Doa yang paling bagus adalah doa yang husnudzon kepada Allah, kalau kita yakin Allah akan menolong, maka pasti akan ditolong Allah, tapi yakin harus dengan amal.

KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )

Bagian 2
Muhasabah ( Taubat Menghisab Diri Menghitung Amal ) Aa Gym
Marilah sejenak kita bermuhasabah, berfikir

Allah maha mendengar allah maha melihat
Allah maha menyaksikan setiap pertemuaan Allah menyaksikan setiap pertemuan kita
Dialah allah, dialah allah yang maha melihat
Tiada yang tersembunyi dimata allah yang maha dekat
Dia tau setiap lirikan mata, dan niat dibalik lirikan
Dia tau apa yang ada dalam benak fikiran kita
Dialah allah yang maha mendengar segala sesuatu
Allah maha tau orang2 yang terluka hatinya
Allah maha tau setiap dusta yang kita ucapkan
Allah maha tau setiap kebusukan hati kita
Riya..., dibalik amal amal kita
Sombong... dan takaburnya diri kita
Allah maha tau setiap kedengkian yang ada dihati ini
dialah allah yang telah menciptakan dan menyempurnakan
Allah maha tau setiap maksiat yang terang terangan maupun yang tersembunyi
Saat ini kita dihargai bukan karena kemuliaan yang kita miliki
Kita dihargai karena allah masih menutupi kebusukan kita yang sebenarnya
Andaikata allah berkehendak membeberkan
Maka tiada satupun yang dapat menghalangi
Wahai saudara saudaraku...
Hanya allah lah yang membuat kita masih dihargai orang lain
Amal yang kecil dan sederhana allah tampakkan kepada orang lain
Sehingga orang lain menghargai dan menghormati diri kita
Wahai saudara saudaraku...
Andaikata sisa sisa hidup kita akan berakhir
Maka tiada satupun yang dapat menyelamatkan kita
Selain karunia dan rahmat allah
Mana amal amal yang kita miliki
Sholat... jarang khusyu, itupun hanya sisa waktu
Amal kita shodaqoh kita... itupun hanya sisa uang yang tak beharga
Andaikata kita menolong dan berbuat kebaikan, jarang... ikhlas
Shaum yang kita lakukan, hanya perut saja yang puasa, mata tidak puasa, hati tidak puasa
Ya allah
Wahai yang maha mendengar, maha tau, maha pengampun
Ampuni seluruh dosa kami ya allah
Ampuni sebusuk apapun diri diri kami
Ampuni sebanyak apapun dosa dosa yang melumuri tubuh kami kami
Ampuni maksiat yang terang terangan maupun tersembunyi yang kami lakukan
Ya allah

Ya allah
Ampuni maksiat mata kami
Jadikan mata ini mata yang selalu akrab... dengan ayat ayatmu
Jangan biarkan mata ini menyebabkan matinya hati kami
Ampuni maksiat pendengaran kami
Jadikan pendengaran kami pendengaran yang menyebabkan hidupnya hati kami
Ampuni maksiat mulut kami
Ampuni setiap kebohongan yang telah kami ucapkan
Ampuni seandainya mulut ini melukai ibu bapak kami
Ampuni jikalau dari mulut ini banyak orang yang tersakiti
Jadikan mulut ini mulut yang jauh dari berkata dusta
Lisan yang selalu menyebut nama Mu
Lisan yang menjadi ilmu bagi hamba hambamu
Lisan yang engkau selalu ijabah doa doanya
Ya allah
Karuniakan ampunan atas maksiat maksiat yang dilakukan tubuh ini
Ampuni jikalau tubuh ini telah berbuat nista
Ampuni jikalau tubuh ini ada daging haram yang telah kami makan dari makanan haram harta haram
Karuniakan kami tubuh yang bersih ya allah
Bersihkan dari segala maksiat yang telah dilakukan jasad ini
Izinkan sampai akhir hayat tubuh ini bersih ya allah
Bersih dari harta haram
Bersih dari makanan haram
Bersih dari perbuatan haram
Ya allah
Karuniakan ampunan atas maksiat hati kami
Ampuni jikalau kami selalu berbuat takabur
Ampuni  jikalau hati ini sering menghina dan merendahkan hamba hambamu
Ampuni jikalau kami sering ria ya allah
Ampuni jika kedengkian masih bersemayam dihati ini
Robb
Jauhkan dari diri kami riya, pamer, kesombongan, sekecil apapun
Jadikan diri kami diri yang tawadhu, ikhlas, pemaaf
Ya allah..
Inilah kami, hambamu yang berlumur dosa, yang bergelimang aib, yang engkau telah tau segala kebusukan yang kami lakukan, dosa dan kesalahan yang kami lahirkan maupun yang kami sembunyikan
Ya allah, bukankah engkau telah membanggakan kami dihadapan para malaikatmu, kami mohon jadikan saat ini, saat ampunan bagi dosa dosa kami ya allah,
“ rabbana dzolamna angfusana wa illam tarfirlana wa tarhamna lanaku nanna minal khoosirin,
Ampuni kami ya allah, ampuni sebusuk apapun diri diri kami ya allah
( doa selamat )

Ya allah...
Ampuni kedurhakaan kami kepada ibu bapak kami
Ampuni jikalau kami jarang tersenyum
Ampuni jikalau kami jarang memuliakan
Berikan kesempatan kepada kami untuk memuliakan mereka ya allah
( doa kedua orgtua)
Muliakan ibu bapak kami ya allah, ampuni dosa dosanya, jadikan husnul khotimah akhir hayatnya, lapangkan kuburnya ya allah, ringankan hisabnya, jadikan ahli syurgamu ya allah, lindungi kedua orangtua kami dari azab kubur dari fitnah jahanam,
Ya allah...
Muliakan guru guru kami, para ulama yang membimbing kami, para mubaligh yang menuntun kami, muliakan orang orang yang membuat kami mengenalmu ya allah,
( doa keluarga )
Ampuni jikalau kami pernah mengkhianati keluarga kami ya allah, ampuni para suami yang pernah mendzolomi istrinya, yang pernah menganiaya keluarganya,
Ampuni para istri yang lalai mengurus keluarganya ya allah, ampuni jikalau kami salah mendidik anak anak kami ya allah, jangan biarkan mereka tersesat karena kami ya allah, bimbing kami agar bisa menjadi orangtua yang benar, bertanggungjawab, jangan biarkan mereka menuntut kami diakhirat ya allah, karuniakan kami rumah tangga yang sakinah, keturunan yang sholeh sholehah.
Ya allah...
Selamatkan saudara saudara kami yang ditimpa fitnah dan musibah,
Berikan kelapangan yang dihimpit masalah
Berikan kecukupan yang fakir ya allah
Lepaskan dari jeritan hutang piutang ya allah
Ya allah...
Tolonglah saudara saudara kami yang bergelimang dosa, tuntun mereka agar tau tempat bertaubat

Kumpulan Doa dan Muhasabah KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )


Bagian 1
Doa Dulu Atau Ikhtiar Dulu ?
Coba dijawab pertanyaan ini
Doa dulu atau ikhtiar dulu ?
Kalau mata ditutup, jalan dulu atau bertanya dulu?
Kalau kita sedang lemah, Minta dibantu dulu atau langsung bergerak?

Jawaban ….
Jadi yang tau segalanya hanya Allah
Hanya Allah yang tau rejeki kita
Hanya Allah yang menciptakan rejeki kita
Hanya Allah yang kuasa memudahkan rejeki kita
Jadi jawaban pertanyaan “Doa dulu atau ikhtiar dulu?” adalah “DOA dulu”
Doa, minta ke Allah, supaya ditunjukan rejeki kita jatahnya yang mana, halal yang mana, kemudian kita ikhtiar.
Ikhtiar yang dituntun oleh Allah pasti tepat.
Tapi ikhtiar tanpa dituntun Allah, pasti stress…

Doa adalah saripati ibadah
Firman Allah :
“Tidak sekali kali Aku ciptakan jin dan manusia untuk Ibadah.” (Adz Dzaariyaat: 56)

Dan Doa adalah senjatanya mukmin. Doa adalah cahaya bagi langit dan bumi.
Anjuran Berdoa Banyak diriwayatkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang menganjurkan dan mendorong seseorang hamba untuk berdo’a, diantaranya :
“Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah, selain daripada doa.” (HR. Ibnu Majah dan Abu Hurairah)
“Siapa saja yang tidak mau memohon (sesuatu) kepada Allah, maka Allah akan murka kepadanya.” (HR Tirmidzi dari Abu Hurairah)
“Mintalah kepada Allah akan kemurahan-Nya, karena sesungguhnya Allah senang apabila dimintai (sesuatu).” (HR Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud)
“Tidak ada seorang muslim pun yang berdoa dengan doa yang tidak mengandung dosa dan memutus hubungan silaturrahim, kecuali Allah akan memberikan kepadanya satu diantara tiga hal : dikabulkan doanya ; ditangguhkan hingga hari kiamat ; atau dijauhkan dari suatu keburukan/musibah yang serupa.” (HR. Ahmad dari Abi Said Al Khudri)
“Tidak ada seorang muslim pun di muka bumi ini yang berdoa kepada Allah, kecuali akan dikabulkan doanya atau dijauhkan suatu keburukan/musibah yang serupa.” (HR. Tirmidzi dan Hakim dari Ubadah Ibn Shamit)
Doa yang paling bagus adalah doa yang husnudzon kepada Allah, kalau kita yakin Allah akan menolong, maka pasti akan ditolong Allah, tapi yakin harus dengan amal.

KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )

Bagian 2
Muhasabah ( Taubat Menghisab Diri Menghitung Amal ) Aa Gym
Marilah sejenak kita bermuhasabah, berfikir

Allah maha mendengar allah maha melihat
Allah maha menyaksikan setiap pertemuaan Allah menyaksikan setiap pertemuan kita
Dialah allah, dialah allah yang maha melihat
Tiada yang tersembunyi dimata allah yang maha dekat
Dia tau setiap lirikan mata, dan niat dibalik lirikan
Dia tau apa yang ada dalam benak fikiran kita
Dialah allah yang maha mendengar segala sesuatu
Allah maha tau orang2 yang terluka hatinya
Allah maha tau setiap dusta yang kita ucapkan
Allah maha tau setiap kebusukan hati kita
Riya..., dibalik amal amal kita
Sombong... dan takaburnya diri kita
Allah maha tau setiap kedengkian yang ada dihati ini
dialah allah yang telah menciptakan dan menyempurnakan
Allah maha tau setiap maksiat yang terang terangan maupun yang tersembunyi
Saat ini kita dihargai bukan karena kemuliaan yang kita miliki
Kita dihargai karena allah masih menutupi kebusukan kita yang sebenarnya
Andaikata allah berkehendak membeberkan
Maka tiada satupun yang dapat menghalangi
Wahai saudara saudaraku...
Hanya allah lah yang membuat kita masih dihargai orang lain
Amal yang kecil dan sederhana allah tampakkan kepada orang lain
Sehingga orang lain menghargai dan menghormati diri kita
Wahai saudara saudaraku...
Andaikata sisa sisa hidup kita akan berakhir
Maka tiada satupun yang dapat menyelamatkan kita
Selain karunia dan rahmat allah
Mana amal amal yang kita miliki
Sholat... jarang khusyu, itupun hanya sisa waktu
Amal kita shodaqoh kita... itupun hanya sisa uang yang tak beharga
Andaikata kita menolong dan berbuat kebaikan, jarang... ikhlas
Shaum yang kita lakukan, hanya perut saja yang puasa, mata tidak puasa, hati tidak puasa
Ya allah
Wahai yang maha mendengar, maha tau, maha pengampun
Ampuni seluruh dosa kami ya allah
Ampuni sebusuk apapun diri diri kami
Ampuni sebanyak apapun dosa dosa yang melumuri tubuh kami kami
Ampuni maksiat yang terang terangan maupun tersembunyi yang kami lakukan
Ya allah

Ya allah
Ampuni maksiat mata kami
Jadikan mata ini mata yang selalu akrab... dengan ayat ayatmu
Jangan biarkan mata ini menyebabkan matinya hati kami
Ampuni maksiat pendengaran kami
Jadikan pendengaran kami pendengaran yang menyebabkan hidupnya hati kami
Ampuni maksiat mulut kami
Ampuni setiap kebohongan yang telah kami ucapkan
Ampuni seandainya mulut ini melukai ibu bapak kami
Ampuni jikalau dari mulut ini banyak orang yang tersakiti
Jadikan mulut ini mulut yang jauh dari berkata dusta
Lisan yang selalu menyebut nama Mu
Lisan yang menjadi ilmu bagi hamba hambamu
Lisan yang engkau selalu ijabah doa doanya
Ya allah
Karuniakan ampunan atas maksiat maksiat yang dilakukan tubuh ini
Ampuni jikalau tubuh ini telah berbuat nista
Ampuni jikalau tubuh ini ada daging haram yang telah kami makan dari makanan haram harta haram
Karuniakan kami tubuh yang bersih ya allah
Bersihkan dari segala maksiat yang telah dilakukan jasad ini
Izinkan sampai akhir hayat tubuh ini bersih ya allah
Bersih dari harta haram
Bersih dari makanan haram
Bersih dari perbuatan haram
Ya allah
Karuniakan ampunan atas maksiat hati kami
Ampuni jikalau kami selalu berbuat takabur
Ampuni  jikalau hati ini sering menghina dan merendahkan hamba hambamu
Ampuni jikalau kami sering ria ya allah
Ampuni jika kedengkian masih bersemayam dihati ini
Robb
Jauhkan dari diri kami riya, pamer, kesombongan, sekecil apapun
Jadikan diri kami diri yang tawadhu, ikhlas, pemaaf
Ya allah..
Inilah kami, hambamu yang berlumur dosa, yang bergelimang aib, yang engkau telah tau segala kebusukan yang kami lakukan, dosa dan kesalahan yang kami lahirkan maupun yang kami sembunyikan
Ya allah, bukankah engkau telah membanggakan kami dihadapan para malaikatmu, kami mohon jadikan saat ini, saat ampunan bagi dosa dosa kami ya allah,
“ rabbana dzolamna angfusana wa illam tarfirlana wa tarhamna lanaku nanna minal khoosirin,
Ampuni kami ya allah, ampuni sebusuk apapun diri diri kami ya allah
( doa selamat )

Ya allah...
Ampuni kedurhakaan kami kepada ibu bapak kami
Ampuni jikalau kami jarang tersenyum
Ampuni jikalau kami jarang memuliakan
Berikan kesempatan kepada kami untuk memuliakan mereka ya allah
( doa kedua orgtua)
Muliakan ibu bapak kami ya allah, ampuni dosa dosanya, jadikan husnul khotimah akhir hayatnya, lapangkan kuburnya ya allah, ringankan hisabnya, jadikan ahli syurgamu ya allah, lindungi kedua orangtua kami dari azab kubur dari fitnah jahanam,
Ya allah...
Muliakan guru guru kami, para ulama yang membimbing kami, para mubaligh yang menuntun kami, muliakan orang orang yang membuat kami mengenalmu ya allah,
( doa keluarga )
Ampuni jikalau kami pernah mengkhianati keluarga kami ya allah, ampuni para suami yang pernah mendzolomi istrinya, yang pernah menganiaya keluarganya,
Ampuni para istri yang lalai mengurus keluarganya ya allah, ampuni jikalau kami salah mendidik anak anak kami ya allah, jangan biarkan mereka tersesat karena kami ya allah, bimbing kami agar bisa menjadi orangtua yang benar, bertanggungjawab, jangan biarkan mereka menuntut kami diakhirat ya allah, karuniakan kami rumah tangga yang sakinah, keturunan yang sholeh sholehah.
Ya allah...
Selamatkan saudara saudara kami yang ditimpa fitnah dan musibah,
Berikan kelapangan yang dihimpit masalah
Berikan kecukupan yang fakir ya allah
Lepaskan dari jeritan hutang piutang ya allah
Ya allah...
Tolonglah saudara saudara kami yang bergelimang dosa, tuntun mereka agar tau tempat bertaubat

Senin, 08 Desember 2014

Imam Ahmad Bin Hanbal (rahimahullah) telah ditanya muridnya Abu Hamid al-Khulqani tentang pendapat beliau terhadap syair-syair yg berkaitan syurga dan neraka. lalu beliau bertanya :” Seperti apa? contohnya?”. lalu muridnya mendendangkan syair ini, selesai 2 rangkap pertama Imam Ahmad terus menangis teresak-esak dan meluru masuk ke dalam rumahnya. Tangisan beliau begitu kuat sambil mngulang-ulang 2 rangkap pertama itu. Muridnya meriwayatkan: Kami mendengar tangisan Imam seolah-olah beliau akan mati.
إذا ما قال لي ربي أما استحييت تعصيني؟
وتُـخفي الذنبَ عن خلقيَ وبالعصيانِ تأتيني
Apabila tiba saat Tuhanku berkata padaku:
Tidakkah engkau malu melakukan maksiat kepadaku?
Engkau menyembunyikan dosa dari makhlukku
sedang dengan dosa engkau datang kepadaKU?
فكيف أجيبُ يا ويحي ومن ذا سوف يحمين ؟
Maka bagaimanakah aku bisa menjawabnya
dan siapakah yang boleh mempertahanku?
أسلي النفس بالآمالِ من حينٍ الى حيني
وأنسى ما وراء الموت ماذا بعد تكفيني
Aku sentiasa mendamaikan perasaanku
dengan harapan-harapan dari detik ke detik
Sedangkan aku lupa apa yang berlaku selepas kematian,
apakah yang cukup untukku
كأني قد ضمنتُ العيش ليس الموت يأتيني
Seolah olah aku telah dapat menjamin
akan terus hidup dan kematian tidak akan datang
وجاءت سكرة الموت الشديدة من سيحميني؟
Jika tibalah saat sakit kematian siapakah
yang boleh menahannya dariku?
نظرتُ الى الوُجوهِ أليـس منهم من سيفدينـــي؟
Aku hanya mampu melihat wajah-wajah di depanku
adakah seseorang di kalangan mereka yang boleh menebusku?
سأسأل ما الذي قدمت في دنياي ينجيني
Aku bakal ditanya apakah yang telah aku
persembahkah di duniaku dahulu yang
bisa menyelamatkan daku
فكيف إجابتي من بعد ما فرطت في ديني
Bagaimanakah jawabanku setelah aku
mengabaikan urusan agamaku?
ويا ويحي ألــــم أسمع كلام الله يدعوني ؟
Oh! Kesalnya, apakah aku tidak pernah mendengar
kalam Allah yang menyeruku?
ألــــم أسمع لما قد جاء في قاف ويسِ
Apakah aku tidak pernah mendengar
kandungan surah Qaf dan surah Ya Sin
ألـــم أسمع بيوم الحشر يوم الجمع و الديني
Apakah aku tidak pernah mendengar tentang
hari perhimpunan, perkumpulan dan pembalasan.
ألـــم أسمع مُنادي الموت يدعوني يناديني
Tidak pernahkah aku mendengar penyeru
kematian yang mengajakku dan memanggilku?
فيا ربــــاه عبدُ تــائبُ من ذا سيؤويني ؟
Wahai Tuhanku, inilah seorang hamba
yang kembali, siapalah yang sanggup menerimanya?
سوى رب غفور واسع للحقِ يهديني
Kecuali Tuhan yang maha pengampun, yang maha kaya,
Yang sentiasa memberiku pedoman ke jalan kebenaran.
أتيتُ إليكَ فارحمني وثقــّـل في موازيني
Aku mendatangiMu maka kasihanilah daku
Dan beratkanlah neraca timbanganku
وخفف في جزائي أنتَ أرجـى من يجازيني
Ringankalah pembalasanku kerana Engkau
sajalah paling diharap kebaikannya
apabila melakukan pembalasan

Renungan DIRI

Imam Ahmad Bin Hanbal (rahimahullah) telah ditanya muridnya Abu Hamid al-Khulqani tentang pendapat beliau terhadap syair-syair yg berkaitan syurga dan neraka. lalu beliau bertanya :” Seperti apa? contohnya?”. lalu muridnya mendendangkan syair ini, selesai 2 rangkap pertama Imam Ahmad terus menangis teresak-esak dan meluru masuk ke dalam rumahnya. Tangisan beliau begitu kuat sambil mngulang-ulang 2 rangkap pertama itu. Muridnya meriwayatkan: Kami mendengar tangisan Imam seolah-olah beliau akan mati.
إذا ما قال لي ربي أما استحييت تعصيني؟
وتُـخفي الذنبَ عن خلقيَ وبالعصيانِ تأتيني
Apabila tiba saat Tuhanku berkata padaku:
Tidakkah engkau malu melakukan maksiat kepadaku?
Engkau menyembunyikan dosa dari makhlukku
sedang dengan dosa engkau datang kepadaKU?
فكيف أجيبُ يا ويحي ومن ذا سوف يحمين ؟
Maka bagaimanakah aku bisa menjawabnya
dan siapakah yang boleh mempertahanku?
أسلي النفس بالآمالِ من حينٍ الى حيني
وأنسى ما وراء الموت ماذا بعد تكفيني
Aku sentiasa mendamaikan perasaanku
dengan harapan-harapan dari detik ke detik
Sedangkan aku lupa apa yang berlaku selepas kematian,
apakah yang cukup untukku
كأني قد ضمنتُ العيش ليس الموت يأتيني
Seolah olah aku telah dapat menjamin
akan terus hidup dan kematian tidak akan datang
وجاءت سكرة الموت الشديدة من سيحميني؟
Jika tibalah saat sakit kematian siapakah
yang boleh menahannya dariku?
نظرتُ الى الوُجوهِ أليـس منهم من سيفدينـــي؟
Aku hanya mampu melihat wajah-wajah di depanku
adakah seseorang di kalangan mereka yang boleh menebusku?
سأسأل ما الذي قدمت في دنياي ينجيني
Aku bakal ditanya apakah yang telah aku
persembahkah di duniaku dahulu yang
bisa menyelamatkan daku
فكيف إجابتي من بعد ما فرطت في ديني
Bagaimanakah jawabanku setelah aku
mengabaikan urusan agamaku?
ويا ويحي ألــــم أسمع كلام الله يدعوني ؟
Oh! Kesalnya, apakah aku tidak pernah mendengar
kalam Allah yang menyeruku?
ألــــم أسمع لما قد جاء في قاف ويسِ
Apakah aku tidak pernah mendengar
kandungan surah Qaf dan surah Ya Sin
ألـــم أسمع بيوم الحشر يوم الجمع و الديني
Apakah aku tidak pernah mendengar tentang
hari perhimpunan, perkumpulan dan pembalasan.
ألـــم أسمع مُنادي الموت يدعوني يناديني
Tidak pernahkah aku mendengar penyeru
kematian yang mengajakku dan memanggilku?
فيا ربــــاه عبدُ تــائبُ من ذا سيؤويني ؟
Wahai Tuhanku, inilah seorang hamba
yang kembali, siapalah yang sanggup menerimanya?
سوى رب غفور واسع للحقِ يهديني
Kecuali Tuhan yang maha pengampun, yang maha kaya,
Yang sentiasa memberiku pedoman ke jalan kebenaran.
أتيتُ إليكَ فارحمني وثقــّـل في موازيني
Aku mendatangiMu maka kasihanilah daku
Dan beratkanlah neraca timbanganku
وخفف في جزائي أنتَ أرجـى من يجازيني
Ringankalah pembalasanku kerana Engkau
sajalah paling diharap kebaikannya
apabila melakukan pembalasan

1.      Akhir Wasiat Nabi Muhammad saw Kepada Umatnya
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : صَعِدَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَلْمِنْبَرَ وَكَانَ آخِرَ مَجْلِسٍ جَلَسَهُ مُتَعَطِّفًا مِلْحَفَةً عَلَى مَنْكِبَيْهِ قَدْ عَصَبَ رَأْسَهُ بِعِصَابَةٍ دَسِمَةٍ فَحَمِدَ اللهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ ثُمَّ قَالَ : أَيُّهَا النَّاسُ إِلَيّ َ، فَثَابُوْا إِلَيْهِ ثُمَّ قاَلَ : أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ هَذَا الْحَيَّ مِنَ اْلأَنْصَارِ يَقِلُّوْنَ وَيَكْثُرُ النَّاسُ فَمَنْ وَلِيَ شَيْئًا مِنْ أُمَّةٍ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عََلَيْهِ وَسَلَّمَ فاَسْتَطَاعَ أَنْ يَضُرَّ فِيْهِ أَحَدًا أَوْ يَنْفَعَ فِيْهِ أَحَدًا فَلْيَقْبَلْ مِنْ مُحْسِنِهِمْ وَيَتَجَاوَزْ عَنْ مُسِيِّهِمْ .
( صحيح البخاري )

Dari Ibn Abbas radhiyallahu ;anhuma berkata : Nabi saw naik ke mimbar beliau saw, dan itu adalah majelis terakhir beliau saw sebelum wafat, beliau berselimut dg kain tebal dilibatkan pd kedua pundak beliau saw, dan kepalanya diikat dg kain berminyak dan menghitam sebab obat, lalu beliau mungucap Hamdalah dan memuji Allah swt, lalu bersabda : “wahai kalian, kemarilah padaku kesemua kalian”, maka para sahabat berdesakan kepada beliau saw, lalu beliau bersabda : “Amma Ba;du, sungguh wilayah ini adalah wilayah Anshar, dan mereka akan semakin sedikit dan ummat akan semakin banyak, maka siapapun pemimpin dari Ummat Muhammad saw yg bisa membawa keburukan pada seseorang (kaum), dan bermanfaat bagi orang (kaum) lainnya, maka terimalah kebaikannya dan maafkan kesalahannya” (Shahih Bukhari)

2.       Dari Abu Darda’  ia berkata: Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadaku dengan sembilan perkara: (1) Janganlah engkau menyekutukan Allah dengan sesuatu, meskipun engkau dipotong atau dibakar (2) Janganlah sekali-kali engkau meninggalkan shalat wajib yang lima waktu dengan sengaja, karena barangsiapa yang meninggalkan shalat secara sengaja akan lepas dari jaminan Allah…
(HR.Bukhari, Ahmad 5/238, Ibnu Majah no.4034, Thabrani)






1
7  Wasiat Rasulullah Saw Kepada Abu Dzar Al-Ghifari

Dari Abu Dzar ra , ia berkata: “Kekasihku (Rasulullah Saw) berwasiat kepadaku dgn 7 hal:
supaya aku mencintai org2 miskin & dekat dgn mrk,
beliau memerintahkan aku agar aku melihat kpd org yg berada di bawahku & tdk melihat kpd org yg berada di atasku,
beliau memerintahkan agar aku menyambung silaturahmi meskipun mrk berlaku kasar kpdku,
  aku dianjurkan agar memperbanyak ucapan lâ haulâ walâ quwwata illâ billâh (tdk ada daya & upaya kecuali dgn pertolongan Allah),
aku diperintah utk mengatakan kebenaran meskipun pahit,
beliau berwasiat agar aku tdk takut celaan org yg mencela dlm berdakwah kpd Allah, dan
  beliau melarang aku agar tdk meminta-minta sesuatu pun kpd manusia”.

***

WASIAT NABI MUHAMMAD S.A.W.KEPADA SAYYIDINA ALI BIN ABI THALIB

1.             Nabi Muhammad S.A.W. bersabda :" Sebaik-baiknya manusia disisi Allah S.W.T.adalah yang paling memberi manfaat di antaramereka kepada manusia, dan orang yang palingburuk di sisi Allah S.W.T. orang yang panjangumurnya tapi buruk amalnya. Dan sebaik-baikmanusia itu orang yang panjang umurnya danbagus amalnya ".
2.             Nabi Muhammad S.A.W. bersabda :Wahai Ali,orang yang celaka itu ada tiga tanda :§ Memakan makanan yang haram§ Menjauhi orang alim§ Shalatnya untuk sendiri
3.             Wahai Ali,orang yang berbuat dosa itu adatiga tanda :§ Suka membuat kerusakan ( suka mengacau )§ Menyusahkan hamba-hamba Allah§ Menjauhi petunjuk.
4.             Wahai Ali,orang zholim itu ada tiga tanda :§ Dia tidak memperdulikan sesuatu yang dia makan§ Mengerasi orang yang berhutang kepadanya§ Bertindak keras kepada orang berhutang apabila dia mendapatkannya .
5.             Wahai Ali, orang munafik itu ada tiga tanda :§ Jika berkata dia dusta§ Apabila janji dia menyalahi janjinya§ Apabila di amanatkan dia berkhianat. Dan tidak berguna kepadanya nasehat .
6.             Wahai Ali, bagi orang mumin ada tiga tanda :§ Bersegera dalam taat kepada Allah§ Menjauhkan segala yang diharamkan§ Berbuat baik kepada orang yang berlaku buruk kepadanya .
7.             Wahai Ali,§ Barangsiapa makan barang yang halal, jernihlah agamanya, lembut hatinya dan terbuka doanya§ Barangsiapa makan barang yang subhat, keruh agamanya dan gelap hatinya.§ Barangsiapa makan barang yang haram matilah hatinya, menipis agamanya, lemah keyakinannya, Allah tutup doanya dan akan mengurang ibadahnya.




2
8.             Wahai Ali,§ Senantiasa orang yang beriman itu tambah meningkat dalam agamanya selama ia tidak makan barang yang haram,§ Dan Barangsiapa yang menjauhkan diri dari Ulama, maka akan mati hatinya ( padam cahaya hatinya ), dan akan buta ia terhadap perkara-perkara ibadah kepada Allah S.W.T.
9.             Wahai Ali,§ Jauhilah olehmu kemarahan, karena sesungguhnya kemarahan itu dari Syaithan, dan dia akan menguasai dirimu ketika engkau dalam keadaan marah itu.§ Jauhilah olehmu dari sumpahan orang yang teraniaya, karena sesungguhnya Allah S.W.T. akan mengabulkan sumpah itu, sekalipun dia orang kafir, karena kekafiran itu akan tetap pada dirinya.
10.         Wahai Ali,§ Jangan engkau banyak bergurau, karena hal itu akan menghilangkan kewibawaanmu.§ Jangan engkau suka berbohong, karena hal itu akan menghilangkan cahayamu.§ Jauhilah olehmu dua sifat, yaitu kejemuan dan kemalasan, karena jika engkau jemu, engkau tidak akan sabar dalam menegakkan kebenaran yang haq dan jika engkau malas, maka engkau tidak akan dapat melaksanakan kewajiban kamu yang haq
11.         Wahai Ali,manfaatkanlah empat perkara,sebelum datang empat perkara, yaitu :§ Manfaatkanlah masa mudamu sebelum engkau menjadi tua§ Manfaatkanlah masa sehatmu sebelum engkau jatuh sakit§ Manfaatkanlah masa jayamu sebelum engkau miskin§ Manfaatkanlah masa hidupmu sebelum engkau datang ajalmu .
12.         Wahai Ali,ada tiga perkara termasuk budi pekertimulia, dari dunia sampai akhirat, yaitu :§ Memaafkan orang yang menzholimimu§ Menyambung silaturahmi kepada orang yang memutuskannya§ Menguasai amarah terhadap orang yang berbuat kejahilan padamu .
13.         Wahai Ali,ada tujuh perkara, barangsiapa yang memilikinyamaka sesungguhnya dia telah menyempurnakanhakikat keimanannya. Dan Pintu-pintu syurgaakan terbuka baginya. Tujuh perkara itu ialah :§ Sempurna wudlunya§ Sempurna shalatnya§ Meng-infaqkan zakat hartanya§ Pandai mengekang hawa nafsu amarahnya§ Pandai menjaga lidahnya§ Selalu memohon ampun atas dosa-dosanya§ Pandai memberi nasehat dan membimbing ahli keluarganya .
14.         Wahai Ali,empat perkara yang barangsiapamemilikinya, Allah akan sediakan baginyabangunan yang khusus di Syurga, yaitu :§ Melindungi anak yatim§ Menasehati orang dhaif§ Melindungi serta menyayangi kedua orang tua§ Lemah lembut kepada pembantu-pembantunya.

***








3
Wasiat Terakhir Nabi Muhammad saw kepada Umat Manusia

Ali bin Abi Tholib r.a. berkata : Ketika telah turun surat An-Nashr, Rasulullah saw sakit dan pada hari kamis Rasulullah keluar dengan kepala diikat. Kemudian naik di atas mimbar dan duduk di atas mimbar dengan muka yang pucat dan airmata yang berlinang. Lalu memanggil Bilal dan menyuruhnya berseru di Madinah mengajak orang – orang supaya berkumpul untuk mendengar dan menerima wasiat Nabi saw sebagai wasiat yang terakhir.
Maka berkumpullah semua penduduk Madinah, kecil, besar, laki–laki dan perempuan sehingga mereka tinggalkan rumah terbuka dan pasar kosong, serta tidak ketinggalan gadis–gadis pingitan sama–sama keluar untuk mendengarkan wasiat Rasulullah saw sehingga penuhlah masjid. Nabi saw berkata : “Berilah kesempatan kepada orang–orang yang di belakang supaya masuk.”
Kemudian Nabi saw berdiri sambil menangis dan mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, lalu memuji syukur kepada Allah sebagaimana lazimnya dan membaca shalawat untuk semua Nabi juga pada dirinya. Lalu bersabda :
“Aku Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalib bin Hasyim bangsa Arab kelahiran haram Mekkah yang tiada nabi sesudahku. Hai semua manusia, diriku ini telah diberitakan akan mati, telah dekat akan meninggalkan dunia ini dan aku telah rindu kepada Tuhanku, maka alangkah sedihnya meninggalkan ummatku, apakah yang mereka katakan kelak sepeninggalku, ya Allah selamatkan, selamatkan. Hai manusia, dengarlah wasiyatku, perhatikan dan ingat – ingatlah, yang hadir harus menyampaikan kepada yang tidak hadir. Karena ini wasiyatku yang terakhir kepada kamu. Hai manusia, Allah telah menerangkan kepada kamu dalam kitab yang diturunkanNya, apa yang halal dan yang haram, yang harus kamu lakukan dan yang kamu tinggalkan, maka gunakanlah yang halal, tinggalkanlah yang haram, percayalah pada yang mutasyabih, laksanakan yang muhkam (tegas) dan jadikan sebagai peringatanmu yang berupa contoh–contoh itu.”
Nabi saw melihat ke langit sambil berkata :
“Ya Allah saya telah menyampaikan maka saksikanlah. Hai manusia, awaslah kamu dari hawa nafsu yang sesat menyesatkan yang jauh dari tuntunan rahmat Allah dan surga, bahkan dekat kepada neraka. Hendaklah kamu menjaga jama’ah (persatuan) dan istiqomah (tetap lurus) karena ini dekat kepada Allah dan surga, jauh dari api neraka.
Ya Allah, aku telah menyampaikan.
Hai manusia, takutlah kapada Allah, takutlah kepada Allah dalam menjaga agama dan amanat yang diamanatkan kepadamu. Takutlah kepada Allah, takutlah kepada Allah dalam memelihara budak – budakmu, berilah mereka makan dari apa yang kamu makan, pakaian dari apa yang kamu pakai dan jangan memaksa mereka apa yang mereka tidak kuat, karena mereka itu juga tercipta dari daging dan darah, makhluk yang sama seperti kamu, ingatlah yang aniaya pada mereka, maka akulah lawannya pada hari kiamat dan Allah hakimnya. Takutlah kepada Allah dalam memelihara istri, tepatilah mahar mereka dan jangan menganiaya mereka niscaya kamu akan diharamkan dari hasanat – hasanatmu di hari kiamat.
Ingatlah, aku telah menyampaikan.



4
Hai manusia, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka, ajarkan kepada mereka akhlak sopan santun, sebab mereka ditanganmu bagaikan tawanan dan amanat, ingatlah saya telah menyampaikan. Hai manusia, patuhlah pada pemerintahmu dan jangan menentang mereka meskipun dari turunan budak Habasyi yang terpotong hidungnya, sebab yang patuh pada amir itu berarti ta’at padaku, siapa yang taat padaku berarti taat kepada Allah dan siapa yang menentang mereka berarti menentang aku dan siapa yang menentang aku berarti ma’siyat kepada Allah. Ingatlah jangan keluar dari mereka dan jangan memutuskan janjimu pada mereka.
Ingatlah, aku telah menyampaikan.
Hai manusia, hendaklah kamu cinta pada keluargaku, ahli – ahli Al Qur’an dan cinta pada ulama – ulamamu, jangan kamu membenci atau hasud kepada mereka, jangan kamu menghina kepada mereka, ingatlah siapa yang cinta kepada mereka berarti cinta kepadaku, siapa yang cinta padaku maka cinta kepada Allah dan siapa yang benci pada mereka berarti benci padaku, siapa benci padaku maka benci kepada Allah.
Ingatlah,  aku telah menyampaikan.
Hai manusia, jagalah sholat lima waktu dengan menyempurnakan wudhu’, menyempurnakan ruku’ dan sujudnya. Hai manusia, keluarkan zakat hartamu, ingatlah siapa yang tidak mengeluarkan zakat, maka tidak dianggap sholatnya, tidak beragama, tidak dianggap puasa, haji dan jihadnya.
Ya Allah saya telah menyampaikan.
Hai manusia, sungguh Allah telah mewajibkan haji pada orang yang kuasa melakukan perjalanannya dan siapa yang tidak melaksanakannya, boleh pilih apakah akan mati yahudi, nasrani atau majusi, kecuali jika ia berudzur penyakit yang menahannya atau raja yang dzalim. Ingatlah bahwa ia tidak akan mendapat syafa’atku dan tidak akan minum dari haudh (telaga)-ku.
Ingatlah saya telah menyampaikan.
Hai manusia, sesungguhnya Allah akan mengumpulkan kamu pada hari kiamat di suatu lapangan dalam kedudukan yang sangat berat, mengerikan, pada hari yang tidak berguna harta atau anak buah, kecuali orang yang menghadap kepada Allah dengan hati yang suci bersih dari syirik.
Ingatlah, aku telah menyampaikan.
Hai manusia, jagalah lidahmu, tangiskan matamu, tundukkan hatimu, letihkan badanmu, berjihadlah melawan musuhmu, makmurkan mesjidmu, ikhlaskan imanmu, nasihatilah teman – temanmu, berbuatlah kebaikan untuk dirimu, jagalah kemaluanmu, bersedekahlah dari hartamu, jangan hasud menghasud niscaya akan hilang hasanatmu dan janganlah ghibah (menyebut aib orang lain) niscaya binasa kamu.
Ingatlah, aku telah menyampaikan.
Hai manusia, berusahalah kamu untuk memerdekakan budak – budakmu dan berbuatlah kebajikan untuk hari kebutuhan dan hajatmu. Hai manusia, jangan menganiaya sebab Allah sendiri yang akan menuntut terhadap siapa yang kejam aniaya, kamu yang menanggung perhitunganmu dan kepada Allah kamu akan kembali, Allah tidak rela jika kamu berbuat ma’siyat.


5
Hai manusia, sesungguhnya siapa yang berbuat kebajikan maka untungnya untuk dirinya sendiri, begitu pula sebaliknya jika berbuat kejahatan maka ditanggung sendiri, dan Tuhan tidak menganiaya pada hamba – hambanNya. Jagalah dirimu dari hari dimana kamu dihadapkan kepada Allah, kemudian tiap orang akan dibalas atas segala amal usahanya dan mereka tidak dianiaya.
Hai manusia, sesungguhnya saya akan menghadap kepada Tuhanku dan saya telah diberitahu akan meninggal karena itu aku titipkan kamu kepada Allah yaitu agama dan amanatmu.
Wassalamu alaikum hai para sahabatku dan semua ummatku. Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh”.
Kemudian beliau turun dari mimbar lalu masuk rumah dan tidak keluar lagi sesudah itu.
***
Wasiat Luqmanul Hakim Kepada Anaknya
1.       Wahai anakku ! Elakkan dirimu dari membuat hutangkerana sesungguhnya dengan berhutang itu akan menjadikan dirimu hina diwaktu siang hari danmenjadikan dirimu gelisah di waktu malam hari.
2.       Wahai anakku ! Sekiranya kedua ibubapamumemarahimu kerana sesuatukesalahan yang telah kamu lakukan maka kemarahan kedua mereka itu adalah seperti baja untuk menyuburkan tanaman.
3.       Wahai anakku ! Engkau akan dapat rasakan betapaberatnya ketika mengangkat batu yang besar atau besi yang padat tetapi ada yang lebih berat dari itu iaitu apabila kamu mempunyai jiran tetangga yang jahat.
4.       Wahai anakku ! Tidaklah dinamakan kebaikan sekalipun kamu sibuk mencari dan mengumpul ilmu pengetahuan tetapi tidak pernahmengamalkannya. Perbuatan ini takubah seperti seorang pencari kayu api yang sentiasa menambah timbunan kayunya sedangkan ia tidak mampu untuk mengangkatnya.
5.       Wahai anakku ! Berhati-hatilah terhadap tutur tata dan bicaramu, peliharalah budi bahasamu dansentiasalah bermanis muka nescaya kamu akan disenangi dan disukai oleh orang yang berada di sekelilingmu. Perumpamaannya seolah mereka telah mendapatbarang yang amat berharga darimu.
6.       Wahai anakku ! Jika kamu mahu mencari sahabat sejati maka kamu ujilah ia terlebih dahulu dengan berpura-pura membuatkan ia marah terhadapmu. Sekiranya dalam kemarahan itu ia masih mahu menasihati, menyedarkan dan menginsafkan kamu, maka dialah sahabat yang dicari. Jika berlakusebaliknya maka berwaspadalah kamu terhadapnya.
7.       Wahai anakku ! Bila kamumempunyai teman yang karibmaka jadikanlah dirimu sebagai seorang yang tidakmengharapkan sesuatu apapun darinya sebaliknya biarkanlah temanmu itu sahaja yangmengharapkan sesuatu darimu.
8.       Wahai anakku ! Jagalah dirimuselalu supaya tidak terlalu condong kepada dunia dan segala kesenangan dan kemewahannya kerana Allah tidak menciptakan kamu hanya untuk kehidupan didunia sahaja. Ketahuilah tidak adamakhluk yang lebih hina selain dari mereka yang telah diperdayakan oleh dunia.



6
9.       Wahai anakku ! Janganlah kamu ketawa jika tiada sesuatu yang menggelikan, janganlah kamuberjalan jika tiada arah hala tujuan, janganlah kamu bertanya tentang sesuatu yang tidak memberi apa- apa faedah pun kepadamu dan janganlah kamu mensia-siakan hartamu pada jalan maksiat.
10.   Wahai anakku ! Sesiapa yang bersifat penyayang sudah tentu dia akan disayang, sesiapa yang bersifat pendiam sudah tentu dia akan selamat dari mengeluarkan perkataan yang sia-sia. Ketahuilah sesiapa yang tidak dapat menahanlidahnya dari mengeluarkan ucapankotor, sudah tentu ia akan menyesal kelak.
11.   Wahai anakku ! Bergaul dan berkawanlah dengan orang-orang yang soleh dan berilmu. Bukalah pintu hatimu dan dengarlah segala nasihat dan tunjuk ajar darinya. Sesungguhnya nasihat dari mereka bagaikan mutiara hikmah yangbercahaya yang dapat menyuburkan hatimu seperti tanah kering lalu disirami air hujan.
12.   Wahai anakku ! Sesungguhnya kehidupan kita ini diibaratkan seperti sebuah kapal yang belayar di lautan dalam dan telah banyak manusia yang karam didalamnya. Jika kita ingin selamat maka belayarlah dengan kapal yang bernama takwa, isi kandungannya ialah iman sedang layarnya pula ialah tawakal kepada Allah.Wahai anakku ! Bila kamu menerima dua undangan majlis, satu majlis perkahwinan dan satu lagi majlis takziah kematian, maka utamakanlah majlis kematian kerana dengan menghadiri majlis ini akan mengingatkan kamu kepada kampung akhirat, sedangkan dengan menghadiri majlis perkahwinan akan mengingatkan kamu kepada keseronokkan dunia sahaja. Wahai anakku ! Janganlah kamu terus menelan apa saja yang kamu rasa manis dan meludah setiap apa yang kamu rasa pahit. Ingatlah, tidak semua yang manis itu akan menjadikan kita segar dan tidak semua yang pahit itu akan menjadikan kita segar. Wahai anakku ! Janganlah kamu makan dengan terlalu kenyang yang berlebih-lebihan. Sesungguhnya adalah lebih baik jika bahagian dari yang kenyang itu diberikan kepada anjing sahaja. Wahai anakku ! Carilah harta di dunia ini sekadar keperluanmu sahaja dan nafkahkanlah hartamu yang selebihnya pada jalan Allah sebagaibekalan di akhirat. Janganlah kamu membuat dunia ini kelak dirimu akan menjadi pengemis dan membebankan pula orang lain tetapi janganpula kamu terlalu mengejar dunia sehingga terlupa bahawa kamu akan mati. Ketahuilah, apa yang kamu makan dan pakai itu semuanya dari tanah belaka. Wahai anakku ! Jangan kamu melantik seseorang yang bodoh menjadi utusanmu. Jika tiada siapa yang lebih cerdas, pintar dan bijak maka yang sebaiknya dirimu sendirilah yang menjadi utusan. Wahai anakku ! Orang yang bersedia untuk mendengar nasihat dan bimbingan dari orang yang lebih alim, maka dia layak untuk mendapat penjagaan dari Allah tetapi bagi orang yang insaf dan sedar setelah menerima teguran maka dia lebih layak untuk mendapat kemulian dari Allah.

WASIAT RASULULLAH

1.      Akhir Wasiat Nabi Muhammad saw Kepada Umatnya
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : صَعِدَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَلْمِنْبَرَ وَكَانَ آخِرَ مَجْلِسٍ جَلَسَهُ مُتَعَطِّفًا مِلْحَفَةً عَلَى مَنْكِبَيْهِ قَدْ عَصَبَ رَأْسَهُ بِعِصَابَةٍ دَسِمَةٍ فَحَمِدَ اللهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ ثُمَّ قَالَ : أَيُّهَا النَّاسُ إِلَيّ َ، فَثَابُوْا إِلَيْهِ ثُمَّ قاَلَ : أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ هَذَا الْحَيَّ مِنَ اْلأَنْصَارِ يَقِلُّوْنَ وَيَكْثُرُ النَّاسُ فَمَنْ وَلِيَ شَيْئًا مِنْ أُمَّةٍ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عََلَيْهِ وَسَلَّمَ فاَسْتَطَاعَ أَنْ يَضُرَّ فِيْهِ أَحَدًا أَوْ يَنْفَعَ فِيْهِ أَحَدًا فَلْيَقْبَلْ مِنْ مُحْسِنِهِمْ وَيَتَجَاوَزْ عَنْ مُسِيِّهِمْ .
( صحيح البخاري )

Dari Ibn Abbas radhiyallahu ;anhuma berkata : Nabi saw naik ke mimbar beliau saw, dan itu adalah majelis terakhir beliau saw sebelum wafat, beliau berselimut dg kain tebal dilibatkan pd kedua pundak beliau saw, dan kepalanya diikat dg kain berminyak dan menghitam sebab obat, lalu beliau mungucap Hamdalah dan memuji Allah swt, lalu bersabda : “wahai kalian, kemarilah padaku kesemua kalian”, maka para sahabat berdesakan kepada beliau saw, lalu beliau bersabda : “Amma Ba;du, sungguh wilayah ini adalah wilayah Anshar, dan mereka akan semakin sedikit dan ummat akan semakin banyak, maka siapapun pemimpin dari Ummat Muhammad saw yg bisa membawa keburukan pada seseorang (kaum), dan bermanfaat bagi orang (kaum) lainnya, maka terimalah kebaikannya dan maafkan kesalahannya” (Shahih Bukhari)

2.       Dari Abu Darda’  ia berkata: Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadaku dengan sembilan perkara: (1) Janganlah engkau menyekutukan Allah dengan sesuatu, meskipun engkau dipotong atau dibakar (2) Janganlah sekali-kali engkau meninggalkan shalat wajib yang lima waktu dengan sengaja, karena barangsiapa yang meninggalkan shalat secara sengaja akan lepas dari jaminan Allah…
(HR.Bukhari, Ahmad 5/238, Ibnu Majah no.4034, Thabrani)






1
7  Wasiat Rasulullah Saw Kepada Abu Dzar Al-Ghifari

Dari Abu Dzar ra , ia berkata: “Kekasihku (Rasulullah Saw) berwasiat kepadaku dgn 7 hal:
supaya aku mencintai org2 miskin & dekat dgn mrk,
beliau memerintahkan aku agar aku melihat kpd org yg berada di bawahku & tdk melihat kpd org yg berada di atasku,
beliau memerintahkan agar aku menyambung silaturahmi meskipun mrk berlaku kasar kpdku,
  aku dianjurkan agar memperbanyak ucapan lâ haulâ walâ quwwata illâ billâh (tdk ada daya & upaya kecuali dgn pertolongan Allah),
aku diperintah utk mengatakan kebenaran meskipun pahit,
beliau berwasiat agar aku tdk takut celaan org yg mencela dlm berdakwah kpd Allah, dan
  beliau melarang aku agar tdk meminta-minta sesuatu pun kpd manusia”.

***

WASIAT NABI MUHAMMAD S.A.W.KEPADA SAYYIDINA ALI BIN ABI THALIB

1.             Nabi Muhammad S.A.W. bersabda :" Sebaik-baiknya manusia disisi Allah S.W.T.adalah yang paling memberi manfaat di antaramereka kepada manusia, dan orang yang palingburuk di sisi Allah S.W.T. orang yang panjangumurnya tapi buruk amalnya. Dan sebaik-baikmanusia itu orang yang panjang umurnya danbagus amalnya ".
2.             Nabi Muhammad S.A.W. bersabda :Wahai Ali,orang yang celaka itu ada tiga tanda :§ Memakan makanan yang haram§ Menjauhi orang alim§ Shalatnya untuk sendiri
3.             Wahai Ali,orang yang berbuat dosa itu adatiga tanda :§ Suka membuat kerusakan ( suka mengacau )§ Menyusahkan hamba-hamba Allah§ Menjauhi petunjuk.
4.             Wahai Ali,orang zholim itu ada tiga tanda :§ Dia tidak memperdulikan sesuatu yang dia makan§ Mengerasi orang yang berhutang kepadanya§ Bertindak keras kepada orang berhutang apabila dia mendapatkannya .
5.             Wahai Ali, orang munafik itu ada tiga tanda :§ Jika berkata dia dusta§ Apabila janji dia menyalahi janjinya§ Apabila di amanatkan dia berkhianat. Dan tidak berguna kepadanya nasehat .
6.             Wahai Ali, bagi orang mumin ada tiga tanda :§ Bersegera dalam taat kepada Allah§ Menjauhkan segala yang diharamkan§ Berbuat baik kepada orang yang berlaku buruk kepadanya .
7.             Wahai Ali,§ Barangsiapa makan barang yang halal, jernihlah agamanya, lembut hatinya dan terbuka doanya§ Barangsiapa makan barang yang subhat, keruh agamanya dan gelap hatinya.§ Barangsiapa makan barang yang haram matilah hatinya, menipis agamanya, lemah keyakinannya, Allah tutup doanya dan akan mengurang ibadahnya.




2
8.             Wahai Ali,§ Senantiasa orang yang beriman itu tambah meningkat dalam agamanya selama ia tidak makan barang yang haram,§ Dan Barangsiapa yang menjauhkan diri dari Ulama, maka akan mati hatinya ( padam cahaya hatinya ), dan akan buta ia terhadap perkara-perkara ibadah kepada Allah S.W.T.
9.             Wahai Ali,§ Jauhilah olehmu kemarahan, karena sesungguhnya kemarahan itu dari Syaithan, dan dia akan menguasai dirimu ketika engkau dalam keadaan marah itu.§ Jauhilah olehmu dari sumpahan orang yang teraniaya, karena sesungguhnya Allah S.W.T. akan mengabulkan sumpah itu, sekalipun dia orang kafir, karena kekafiran itu akan tetap pada dirinya.
10.         Wahai Ali,§ Jangan engkau banyak bergurau, karena hal itu akan menghilangkan kewibawaanmu.§ Jangan engkau suka berbohong, karena hal itu akan menghilangkan cahayamu.§ Jauhilah olehmu dua sifat, yaitu kejemuan dan kemalasan, karena jika engkau jemu, engkau tidak akan sabar dalam menegakkan kebenaran yang haq dan jika engkau malas, maka engkau tidak akan dapat melaksanakan kewajiban kamu yang haq
11.         Wahai Ali,manfaatkanlah empat perkara,sebelum datang empat perkara, yaitu :§ Manfaatkanlah masa mudamu sebelum engkau menjadi tua§ Manfaatkanlah masa sehatmu sebelum engkau jatuh sakit§ Manfaatkanlah masa jayamu sebelum engkau miskin§ Manfaatkanlah masa hidupmu sebelum engkau datang ajalmu .
12.         Wahai Ali,ada tiga perkara termasuk budi pekertimulia, dari dunia sampai akhirat, yaitu :§ Memaafkan orang yang menzholimimu§ Menyambung silaturahmi kepada orang yang memutuskannya§ Menguasai amarah terhadap orang yang berbuat kejahilan padamu .
13.         Wahai Ali,ada tujuh perkara, barangsiapa yang memilikinyamaka sesungguhnya dia telah menyempurnakanhakikat keimanannya. Dan Pintu-pintu syurgaakan terbuka baginya. Tujuh perkara itu ialah :§ Sempurna wudlunya§ Sempurna shalatnya§ Meng-infaqkan zakat hartanya§ Pandai mengekang hawa nafsu amarahnya§ Pandai menjaga lidahnya§ Selalu memohon ampun atas dosa-dosanya§ Pandai memberi nasehat dan membimbing ahli keluarganya .
14.         Wahai Ali,empat perkara yang barangsiapamemilikinya, Allah akan sediakan baginyabangunan yang khusus di Syurga, yaitu :§ Melindungi anak yatim§ Menasehati orang dhaif§ Melindungi serta menyayangi kedua orang tua§ Lemah lembut kepada pembantu-pembantunya.

***








3
Wasiat Terakhir Nabi Muhammad saw kepada Umat Manusia

Ali bin Abi Tholib r.a. berkata : Ketika telah turun surat An-Nashr, Rasulullah saw sakit dan pada hari kamis Rasulullah keluar dengan kepala diikat. Kemudian naik di atas mimbar dan duduk di atas mimbar dengan muka yang pucat dan airmata yang berlinang. Lalu memanggil Bilal dan menyuruhnya berseru di Madinah mengajak orang – orang supaya berkumpul untuk mendengar dan menerima wasiat Nabi saw sebagai wasiat yang terakhir.
Maka berkumpullah semua penduduk Madinah, kecil, besar, laki–laki dan perempuan sehingga mereka tinggalkan rumah terbuka dan pasar kosong, serta tidak ketinggalan gadis–gadis pingitan sama–sama keluar untuk mendengarkan wasiat Rasulullah saw sehingga penuhlah masjid. Nabi saw berkata : “Berilah kesempatan kepada orang–orang yang di belakang supaya masuk.”
Kemudian Nabi saw berdiri sambil menangis dan mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, lalu memuji syukur kepada Allah sebagaimana lazimnya dan membaca shalawat untuk semua Nabi juga pada dirinya. Lalu bersabda :
“Aku Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalib bin Hasyim bangsa Arab kelahiran haram Mekkah yang tiada nabi sesudahku. Hai semua manusia, diriku ini telah diberitakan akan mati, telah dekat akan meninggalkan dunia ini dan aku telah rindu kepada Tuhanku, maka alangkah sedihnya meninggalkan ummatku, apakah yang mereka katakan kelak sepeninggalku, ya Allah selamatkan, selamatkan. Hai manusia, dengarlah wasiyatku, perhatikan dan ingat – ingatlah, yang hadir harus menyampaikan kepada yang tidak hadir. Karena ini wasiyatku yang terakhir kepada kamu. Hai manusia, Allah telah menerangkan kepada kamu dalam kitab yang diturunkanNya, apa yang halal dan yang haram, yang harus kamu lakukan dan yang kamu tinggalkan, maka gunakanlah yang halal, tinggalkanlah yang haram, percayalah pada yang mutasyabih, laksanakan yang muhkam (tegas) dan jadikan sebagai peringatanmu yang berupa contoh–contoh itu.”
Nabi saw melihat ke langit sambil berkata :
“Ya Allah saya telah menyampaikan maka saksikanlah. Hai manusia, awaslah kamu dari hawa nafsu yang sesat menyesatkan yang jauh dari tuntunan rahmat Allah dan surga, bahkan dekat kepada neraka. Hendaklah kamu menjaga jama’ah (persatuan) dan istiqomah (tetap lurus) karena ini dekat kepada Allah dan surga, jauh dari api neraka.
Ya Allah, aku telah menyampaikan.
Hai manusia, takutlah kapada Allah, takutlah kepada Allah dalam menjaga agama dan amanat yang diamanatkan kepadamu. Takutlah kepada Allah, takutlah kepada Allah dalam memelihara budak – budakmu, berilah mereka makan dari apa yang kamu makan, pakaian dari apa yang kamu pakai dan jangan memaksa mereka apa yang mereka tidak kuat, karena mereka itu juga tercipta dari daging dan darah, makhluk yang sama seperti kamu, ingatlah yang aniaya pada mereka, maka akulah lawannya pada hari kiamat dan Allah hakimnya. Takutlah kepada Allah dalam memelihara istri, tepatilah mahar mereka dan jangan menganiaya mereka niscaya kamu akan diharamkan dari hasanat – hasanatmu di hari kiamat.
Ingatlah, aku telah menyampaikan.



4
Hai manusia, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka, ajarkan kepada mereka akhlak sopan santun, sebab mereka ditanganmu bagaikan tawanan dan amanat, ingatlah saya telah menyampaikan. Hai manusia, patuhlah pada pemerintahmu dan jangan menentang mereka meskipun dari turunan budak Habasyi yang terpotong hidungnya, sebab yang patuh pada amir itu berarti ta’at padaku, siapa yang taat padaku berarti taat kepada Allah dan siapa yang menentang mereka berarti menentang aku dan siapa yang menentang aku berarti ma’siyat kepada Allah. Ingatlah jangan keluar dari mereka dan jangan memutuskan janjimu pada mereka.
Ingatlah, aku telah menyampaikan.
Hai manusia, hendaklah kamu cinta pada keluargaku, ahli – ahli Al Qur’an dan cinta pada ulama – ulamamu, jangan kamu membenci atau hasud kepada mereka, jangan kamu menghina kepada mereka, ingatlah siapa yang cinta kepada mereka berarti cinta kepadaku, siapa yang cinta padaku maka cinta kepada Allah dan siapa yang benci pada mereka berarti benci padaku, siapa benci padaku maka benci kepada Allah.
Ingatlah,  aku telah menyampaikan.
Hai manusia, jagalah sholat lima waktu dengan menyempurnakan wudhu’, menyempurnakan ruku’ dan sujudnya. Hai manusia, keluarkan zakat hartamu, ingatlah siapa yang tidak mengeluarkan zakat, maka tidak dianggap sholatnya, tidak beragama, tidak dianggap puasa, haji dan jihadnya.
Ya Allah saya telah menyampaikan.
Hai manusia, sungguh Allah telah mewajibkan haji pada orang yang kuasa melakukan perjalanannya dan siapa yang tidak melaksanakannya, boleh pilih apakah akan mati yahudi, nasrani atau majusi, kecuali jika ia berudzur penyakit yang menahannya atau raja yang dzalim. Ingatlah bahwa ia tidak akan mendapat syafa’atku dan tidak akan minum dari haudh (telaga)-ku.
Ingatlah saya telah menyampaikan.
Hai manusia, sesungguhnya Allah akan mengumpulkan kamu pada hari kiamat di suatu lapangan dalam kedudukan yang sangat berat, mengerikan, pada hari yang tidak berguna harta atau anak buah, kecuali orang yang menghadap kepada Allah dengan hati yang suci bersih dari syirik.
Ingatlah, aku telah menyampaikan.
Hai manusia, jagalah lidahmu, tangiskan matamu, tundukkan hatimu, letihkan badanmu, berjihadlah melawan musuhmu, makmurkan mesjidmu, ikhlaskan imanmu, nasihatilah teman – temanmu, berbuatlah kebaikan untuk dirimu, jagalah kemaluanmu, bersedekahlah dari hartamu, jangan hasud menghasud niscaya akan hilang hasanatmu dan janganlah ghibah (menyebut aib orang lain) niscaya binasa kamu.
Ingatlah, aku telah menyampaikan.
Hai manusia, berusahalah kamu untuk memerdekakan budak – budakmu dan berbuatlah kebajikan untuk hari kebutuhan dan hajatmu. Hai manusia, jangan menganiaya sebab Allah sendiri yang akan menuntut terhadap siapa yang kejam aniaya, kamu yang menanggung perhitunganmu dan kepada Allah kamu akan kembali, Allah tidak rela jika kamu berbuat ma’siyat.


5
Hai manusia, sesungguhnya siapa yang berbuat kebajikan maka untungnya untuk dirinya sendiri, begitu pula sebaliknya jika berbuat kejahatan maka ditanggung sendiri, dan Tuhan tidak menganiaya pada hamba – hambanNya. Jagalah dirimu dari hari dimana kamu dihadapkan kepada Allah, kemudian tiap orang akan dibalas atas segala amal usahanya dan mereka tidak dianiaya.
Hai manusia, sesungguhnya saya akan menghadap kepada Tuhanku dan saya telah diberitahu akan meninggal karena itu aku titipkan kamu kepada Allah yaitu agama dan amanatmu.
Wassalamu alaikum hai para sahabatku dan semua ummatku. Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh”.
Kemudian beliau turun dari mimbar lalu masuk rumah dan tidak keluar lagi sesudah itu.
***
Wasiat Luqmanul Hakim Kepada Anaknya
1.       Wahai anakku ! Elakkan dirimu dari membuat hutangkerana sesungguhnya dengan berhutang itu akan menjadikan dirimu hina diwaktu siang hari danmenjadikan dirimu gelisah di waktu malam hari.
2.       Wahai anakku ! Sekiranya kedua ibubapamumemarahimu kerana sesuatukesalahan yang telah kamu lakukan maka kemarahan kedua mereka itu adalah seperti baja untuk menyuburkan tanaman.
3.       Wahai anakku ! Engkau akan dapat rasakan betapaberatnya ketika mengangkat batu yang besar atau besi yang padat tetapi ada yang lebih berat dari itu iaitu apabila kamu mempunyai jiran tetangga yang jahat.
4.       Wahai anakku ! Tidaklah dinamakan kebaikan sekalipun kamu sibuk mencari dan mengumpul ilmu pengetahuan tetapi tidak pernahmengamalkannya. Perbuatan ini takubah seperti seorang pencari kayu api yang sentiasa menambah timbunan kayunya sedangkan ia tidak mampu untuk mengangkatnya.
5.       Wahai anakku ! Berhati-hatilah terhadap tutur tata dan bicaramu, peliharalah budi bahasamu dansentiasalah bermanis muka nescaya kamu akan disenangi dan disukai oleh orang yang berada di sekelilingmu. Perumpamaannya seolah mereka telah mendapatbarang yang amat berharga darimu.
6.       Wahai anakku ! Jika kamu mahu mencari sahabat sejati maka kamu ujilah ia terlebih dahulu dengan berpura-pura membuatkan ia marah terhadapmu. Sekiranya dalam kemarahan itu ia masih mahu menasihati, menyedarkan dan menginsafkan kamu, maka dialah sahabat yang dicari. Jika berlakusebaliknya maka berwaspadalah kamu terhadapnya.
7.       Wahai anakku ! Bila kamumempunyai teman yang karibmaka jadikanlah dirimu sebagai seorang yang tidakmengharapkan sesuatu apapun darinya sebaliknya biarkanlah temanmu itu sahaja yangmengharapkan sesuatu darimu.
8.       Wahai anakku ! Jagalah dirimuselalu supaya tidak terlalu condong kepada dunia dan segala kesenangan dan kemewahannya kerana Allah tidak menciptakan kamu hanya untuk kehidupan didunia sahaja. Ketahuilah tidak adamakhluk yang lebih hina selain dari mereka yang telah diperdayakan oleh dunia.



6
9.       Wahai anakku ! Janganlah kamu ketawa jika tiada sesuatu yang menggelikan, janganlah kamuberjalan jika tiada arah hala tujuan, janganlah kamu bertanya tentang sesuatu yang tidak memberi apa- apa faedah pun kepadamu dan janganlah kamu mensia-siakan hartamu pada jalan maksiat.
10.   Wahai anakku ! Sesiapa yang bersifat penyayang sudah tentu dia akan disayang, sesiapa yang bersifat pendiam sudah tentu dia akan selamat dari mengeluarkan perkataan yang sia-sia. Ketahuilah sesiapa yang tidak dapat menahanlidahnya dari mengeluarkan ucapankotor, sudah tentu ia akan menyesal kelak.
11.   Wahai anakku ! Bergaul dan berkawanlah dengan orang-orang yang soleh dan berilmu. Bukalah pintu hatimu dan dengarlah segala nasihat dan tunjuk ajar darinya. Sesungguhnya nasihat dari mereka bagaikan mutiara hikmah yangbercahaya yang dapat menyuburkan hatimu seperti tanah kering lalu disirami air hujan.
12.   Wahai anakku ! Sesungguhnya kehidupan kita ini diibaratkan seperti sebuah kapal yang belayar di lautan dalam dan telah banyak manusia yang karam didalamnya. Jika kita ingin selamat maka belayarlah dengan kapal yang bernama takwa, isi kandungannya ialah iman sedang layarnya pula ialah tawakal kepada Allah.Wahai anakku ! Bila kamu menerima dua undangan majlis, satu majlis perkahwinan dan satu lagi majlis takziah kematian, maka utamakanlah majlis kematian kerana dengan menghadiri majlis ini akan mengingatkan kamu kepada kampung akhirat, sedangkan dengan menghadiri majlis perkahwinan akan mengingatkan kamu kepada keseronokkan dunia sahaja. Wahai anakku ! Janganlah kamu terus menelan apa saja yang kamu rasa manis dan meludah setiap apa yang kamu rasa pahit. Ingatlah, tidak semua yang manis itu akan menjadikan kita segar dan tidak semua yang pahit itu akan menjadikan kita segar. Wahai anakku ! Janganlah kamu makan dengan terlalu kenyang yang berlebih-lebihan. Sesungguhnya adalah lebih baik jika bahagian dari yang kenyang itu diberikan kepada anjing sahaja. Wahai anakku ! Carilah harta di dunia ini sekadar keperluanmu sahaja dan nafkahkanlah hartamu yang selebihnya pada jalan Allah sebagaibekalan di akhirat. Janganlah kamu membuat dunia ini kelak dirimu akan menjadi pengemis dan membebankan pula orang lain tetapi janganpula kamu terlalu mengejar dunia sehingga terlupa bahawa kamu akan mati. Ketahuilah, apa yang kamu makan dan pakai itu semuanya dari tanah belaka. Wahai anakku ! Jangan kamu melantik seseorang yang bodoh menjadi utusanmu. Jika tiada siapa yang lebih cerdas, pintar dan bijak maka yang sebaiknya dirimu sendirilah yang menjadi utusan. Wahai anakku ! Orang yang bersedia untuk mendengar nasihat dan bimbingan dari orang yang lebih alim, maka dia layak untuk mendapat penjagaan dari Allah tetapi bagi orang yang insaf dan sedar setelah menerima teguran maka dia lebih layak untuk mendapat kemulian dari Allah.

Right to Copy © 2012-2015 | Menimba Ilmu Sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah Menurut Pemahaman Salaful Ummah. Sebagian besar artikel di sini merupakan tulisan orang lain, untuk itu silakan mengkopi dengan menyebutkan sumbernya. Islam Itu Indah.
Powered by Blogger. Blogger Template by Bloggertheme9
back to top